Sabtu, 24 Januari 2015

Program " Goju Women Self Defense "

Goju Women Self Defense  program:

1. Kihon
    Pelajaran dasar bagaimana cara menangkis, memukul dan menendang

2. Ido
    Pelajaran dasar cara melangkah saja, melangkah sambil menangkis dan membalas serangan
    secara efektif menggunakan tangan dan kaki.

3. Kata
    Jurus-jurus untuk mealtime gerak reflek dan gerakan tersebut melatih ketenangan, kekurangan
    fisik, dan kesehatan jantung baik dilakukan untuk program penurunan berat badan.

4. Kumite
    Latihan dasar, menengah sampai mahir cara bertarung menghadapi find akan kriminalitas di
    jalan.


MT
Goju Instructor Yon Dan
087737835317





Senin, 20 Agustus 2012

GOJU WOMEN SELF DEFENSE

" GOJU WOMEN SELF DEFENSE PROGRAM "

Banyak kasus tindakan kriminal yang dialami kaum hawa karena alasan wanita lebih  mudah  dibandingkan kaum pria. Waspadalah! Hal ini bisa terjadi kepada siapa saja khususnya kaum hawa karena memang wanita identik dengan lemah lembut, sedangkan pria identik dengan kasar, keras, kuat, dll.

Sebelum Anda mnjadi korban, mari bekali diri dengan pelatihan "Goju Women Self Defense" yaitu program seni bela diri  yang dirancang untuk para ibu RT, wanita karir, gadis remaja, mahasiswi.
Dengan metode pelatihan yg Mudah, Aman dan Praktis.

Kursus Private  please call 087737835317 , email :  gojukaiindonesia@yahoo.co.id

salam@olympisme














Rabu, 28 Januari 2009

Kekerasan di lingkungn sekolah

KEKERASAN

" Bullying " Tetap Disangkali

Jakarta, 28/1/09, Hal 12, Kompas

Masalah penyalahgunaan kekuatan atau kekuasaaan oleh seseorang atau kelompok terhadap pihak lain yang lebih lemah di sekolah dan lingkungan sekitar anak sudah sangat serius. Namun, demi " nama baik ", tak lebih dari 0.1 persen sekolah di Jakarta mau mengakui terjadinya bullying di lingkungan sekolahnya.

Fakta muram itu disampaikan Diena Haryana, Ketua Yayasan Semai Jiwa Amini, dalam seminar mengenai bullying di Jakarta, Selasa 27/1.

" Dari media saja, antara tahun 2002 dan 205 didapatkan fakta sekitar 30 kasus bunuh diri di kalangan anak dan remaja usia 6-15 tahun di Indonesia. Anak-anak itu terdorong berbuat nekat karena ejekan, cemoohan, dan olok-olok teman yang mungkin terkesan sepele, tetapi dapat menjadi senjata tak kenal ampun yang secara perlahan tetapi pasti dapat menghancurkan seorang anak,, " kata Diena.

Seminar yang mencoba mencari jalan keluar untuk memutus rantai kekerasan di sekolah dan lingkungan sekitar itu merupakan bagian dari empat hari pelatihan dan peluncuran program kampanye global " Learn Without Fear " di Jakarta, 25-29 Januari.

Kegiatan yang mengampanyekan " Stop Bullying, Sekolahku Menyenangkan " itu dilakukan melalui kegiatan seni siswa SMP dan SMA. Kegiatan itu didukung sepenuhnya oleh organisasi nonpemerintah yang bekerja untuk peningkatan kesejahteraan anak, keluarga, dan masyarakat, Plan Indonesia, kegiatan serupa dilakukan serentak bersama enam negara di Asia sebagai cara efektif untuk meningkatkan kesadaran anak terhadap permasalahan penting yang mereka hadapi, sekaligus membantu mereka menganalisisnya dan meningkatkan rasa percaya diri untuk mengekspresikan masalah tersebut.

Persepsi tak sama

Hasil penelitian Lembaga Pratista Indonesia terhadap anak SD, SMP, dan SMA di dua kecamatan di Kota Bogor yang dipaparkan Netty Lesmanawati, mendukung prediksi kian seriusnya pesoalan itu.

Baik Diena maupun Magdalena Sitorus dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan bahwa masalah bullying di sekolah, yang dalam banyak kasus dapat bermuara pada kekeran di rumah, merupakan embrio dari berbagai masalah kekerasan yang elbih luas di masyarakat.

Namun, Direktur Pembinaan TK dan SD Departemen Pendidikan Nasional Mudjito mengatakan, bulying hanyalah satu dari sekian banyak persoalan satu dari sekian banyak persoalan di bidang pendidikan. " Sejarah kekerasan sama panjanganya dengan sejarah manusia, " ujarnya.

Selasa, 28 Oktober 2008

Kejahatan karen HIPNOTIS


THR Tunjangan Hari Raya Dibagikan Para Penghipnotis Langsung Beraksi

Warga diimbau untuk semakin waspada. Pasalnya, di hari-hari mendekati Lebaran, saat sebagian warga mulai menerima tunjangan hari raya (THR), komplotan bandit makin gencar beraksi.

Hipnotis dan pembiusan adalah dua modus kejahatan yang sering terjadi dan dilancarkan pelaku untuk melumpuhkan korbannya lalu menggasak hartanya.

Kasus teranyar menimpa seorang wanita guru SD di Bogor. Uang gaji dan THR sejumlah Rp7 juta yang rencananya mau digunakan untuk belanja Lebaran, melayang disambar penjahat yang menghipnotisnya.

Pelaku adalah seorang pria perlente. Penjahat ini cukup nekat dalam beraksi karena berani menyambangi korbannya yang tengah mengajar di dalam kelas.
Peristiwa yang dialami Wina ,42, guru kelas IV SD YZA pada Jumat (19/9) pagi ini membuatnya menderita kerugian Rp 7 juta. Informasi yang diperoleh, saat sedang mengajar, korban didatangi pria perlente yang menanyakan keberadaan kepala sekolah. Kepada ibu dua anak ini, pelaku mengatakan kedatangannya karena anaknya tidak pulang sekolah sejak Kamis (18/9).
Lantaran iba, istri Erwin Fauzian, Kasubag antar lembaga pada Humas Pemkab Bogor, ini lalu mengantar pelaku menuju ruang pimpinannya. Namun saat berjalan keluar pintu ruangan kelas, pundak warga Perumahan Taman Pagelaran RT 06/12 Blok C-9 Ciomas, Bogor, ini ditepuk pelaku.

Pembunuhan dan Kekerasan Pada Wanita

Linda Arumi Tewas Dibunuh Di Apartemen Kondominium Rajawali

Linda Arumi (28) alias Lie Thong Thong ditemukan tewas dengan luka-luka tusuk di Kondominium Rajawali Lantai III Kamar II, Jalan Rajawali, Kelurahan Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (25/10) siang.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Sawah Besar Inspektur Satu Mustakim yang dihubungi menjelaskan, mayat ditemukan setelah satpam curiga karena korban sudah empat hari diketahui tidak beraktivitas seperti biasa.

”Akhirnya petugas keamanan bersama sejumlah orang membuka unit apartemen. Mayat Linda ditemukan terbaring miring di lantai kamar di sela tempat tidur dan lemari pakaian. Sekurangnya ada sepuluh luka tusuk di tubuh korban. Darah menggenang di lantai kamar. Tidak ada harta benda yang hilang dari apartemen itu sehingga modus kejahatan diduga bukanlah niat untuk menguasai barang milik korban,” kata Mustakim.

Unit apartemen yang dihuni korban memiliki satu kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi. Lokasi apartemen bersisian dengan rel kereta api Kemayoran, tidak jauh dari Hotel Sheraton. Perkampungan padat terletak tidak jauh dari lokasi bangunan apartemen berwarna merah yang dihuni Linda berdua dengan suaminya.

Korban semasa hidup diketahui bekerja di sebuah toko tas di kawasan Pasar Pagi dan Pasar Perniagaan, Jakarta Barat. Linda diketahui memiliki seorang suami warga negara Taiwan yang sedang diselidiki identitasnya oleh polisi. Dari perkawinan tersebut, kedua pasangan belum dikaruniai anak. Suami Linda saat ini sedang berada di Taiwan.

Menurut Mustakim, sebuah botol madu yang pecah dan terdapat bekas darah, diduga digunakan untuk menusuk tubuh korban berulang kali. Benda tajam lain, seperti pisau, yang mungkin digunakan untuk menusuk korban tidak ditemukan di lokasi pembunuhan. Berdasarkan pemeriksaan, korban diperkirakan sudah meninggal dua atau tiga hari.

Ulang tahun
Linda Arumi sedianya merayakan ulang tahunnya Kamis tanggal 23 Oktober. Linda sempat memesan mi bersama teman kerja tanggal 22 Oktober untuk pesta ulang tahun.
Tepat di hari ulang tahun, tukang mi bernama nyonya Mi Ha menelepon sekitar pukul 16.00 menanyakan pesanan mi untuk pesta ulang tahun. Namun, telepon itu tidak kunjung diangkat oleh korban.

Jasad Linda sudah dibawa ke Kamar Jenazah RSCM. Polsek Metro Sawah Besar yang menangani kasus itu saat ini sedang memeriksa lima saksi.
Kasus Linda menambah jumlah tindak pembunuhan di DKI yang belum terungkap dalam sebulan terakhir, yakni penemuan mayat terpotong di dalam bus Mayasari Bhakti (29/9) dan kasus pembunuhan Irma Yuli, mahasiswi Universitas Gunadarma (13/10), di dekat Kampus Universitas Indonesia, Depok.
======================

Sabtu, 25 Oktober 2008

Goju Women's Self Defense Training Program


Kepada Para Pembaca Budiman, Khusus Para Wanita,


Perkenankan Kami untuk menyapa Anda dalam semangat Kekeluargaan & Kasih yang Tulus.

Women's Self Defense adalah suatu seni beladiri yang memfokuskan pada " Pertahanan/ Perlindungan Diri " dari Ancaman & Gangguan dari pihak-pihak yang berniat tidak baik.

Program latihan dari women's Self Defense adalah dengan menitik beratkan pada " Menghindar, Melepaskan diri, Balas menyerang, Bertindak cepat ". Program latihan Women's Self Defense merupakan hasil pengembangan dari dari suatu seni beladiri yang ada, satu diantaranya adalah Program Pelatihan yang terdapat pada " GOJUKAI " Karate, yang berasal dari Jepang.

Program pelatihan Women's Self Defense dikhususkan pada Para Wanita yang karena Tugas, Tanggung Jawab dan Pekerjaan memiliki resiko terjadinya Ancaman dan Gangguan yang sangat berpengaruh terhadap " Keamanan Diri ".

Untuk kelas Private jangan sungkan hubungi kami.

087737835317, Email : gojukaiindonesia@yahoo.co.id

" Ingat banyak tindak kejahatan pada wanita disebabkan karena besarnya kesempatan untuk melakukan tindakan negatif, Women's Self Defense adalah salah satu solusi untuk memperkecil kemungkinan tersebut ".

" Ingat Anda Aman, Sehat dan Keluaga Bahagia ".

Salam Sukses,

Michael T.
mail : women_self_defense@yahoo.com




=======

To whom it may concerned,

We are pleased to introduced one of martial art's especially for Women. It's about how to protect themself from negative situations, empowering you to fight back against crime.

Women's Self-Defense Training provides realistic, effective self-defense training for today's busy female.

By providing you training and education in:> Awareness
> Prevention
> Risk reduction
> Risk avoidance; and
> Self-realization of your own physical power.

The paradox of self-defense is that the more prepared you are, the less likely you are to need it. When you can recognize and respond effectively to potentially dangerous situations, you are more confident in your every day activities. You are also less likely to become a target of crime.

At Women's Self-Defense Training we assist women in three ways to combat crime:

1. Educating the mind2. Training the body, and3. Empowering the spirit

For further information please feel free to contact me.

Smile always, succes for you in Family, Love, Career & Business.


Michael T.